Jangan Mudah Percaya, Ini 6 Mitos Traveling ke Jepang

Jangan Mudah Percaya, Ini 6 Mitos Traveling ke Jepang. Saat ini, banyak dari orang Indonesia yang hanya mengetahui Jepang dari serial anime, idol group, dan film. Minimnya sumber pengetahuan ini membuat sering terjadi kesalahpahaman tentang Jepang. Dampaknya adalah cukup banyak wisatawan yang kaget melihat kondisi nyata dari masyarakat Jepang. Bagi Anda yang akan traveling ke Jepang, ini beberapa mitos yang tidak perlu Anda percayai.

Warga Jepang tidak bisa berbahasa Inggris

Bahasa Jepang memang cukup unik. Wajar apabila warga Jepang butuh beradaptasi agar dapat berbicara dalam bahasa asing. Sehingga muncul konsepsi bahwa warga Jepang tidak bisa berbahasa Inggris. Padahal ini hanya mitos belaka.

Jepang kini semakin modern, dan sering terpapar oleh budaya barat. Banyaknya media, lagu, dan film berbahasa inggris yang tayang di Jepang membuat mereka sudah familiar dengan bahasa Inggris. Hanya saja terkadang warga Jepang sedikit malu-malu untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Namun bukan berarti mereka tidak mengerti apa yang Anda ucapkan.

Orang Jepang kasar dan galak

Banyak film-film Jepang menggambarkan orang Jepang berperangai tempramental. Banyak film-film yang menggambarkan pria Jepang sangat mudah marah, dan pemabuk. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Jepang adalah bangsa yang menjunjung tinggi harmoni dalam bermasyarakat. Jadi Anda dapat dengan mudah menemukan warga Jepang yang ramah senyum dan senang hati untuk membantu orang-orang asing.

Traveling ke Jepang sangatlah mahal

Layaknya negara-negara maju lainnya, Jepang pun memiliki hotel, restoran, atraksi wisata yang memancarkan aura kemewahan. Namun bukan berarti semua yang ada di Jepang berharga tinggi. Masih banyak pula tempat-tempat yang menyediakan makanan, minuman, pakaian, penginapan, dan segala kebutuhan traveler lainnya dengan harga yang murah.

Di Jepang sulit mencari makanan halal

Ini adalah salah satu mitos yang sering dijumpai oleh masyarakat Indonesia. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Jepang sadar betul akan potensi wisatawan asal Indonesia dan negara-negara mayoritas berpenduduk muslim lainnya. Sehingga kini Jepang mulai menyediakan berbagai destinasi wisata dan akomodasi yang ramah muslim.

Memang banyak dari kuliner Jepang yang menggunakan daging babi dan alkohol, seperti ramen. Namun ada juga ramen yang telah disesuaikan dengan resep halal. Rasanya pun tetap nikmat. Apabila Anda akan traveling ke Tokyo maka jangan ragu untuk berkunjung ke Sapporo Ramen, karena kedai ini menyediakan ramen halal yang sangat lezat.

Penerbangan ke Jepang sangat panjang

Jarang antara Indonesia dengan Jepang memang cukup jauh, yaitu 4.819 km. Di atas kertas memang itu terkesan jauh. Namun apabila Anda memilih penerbangan yang tepat, jarak sejauh itu hanya akan ditempuh dalam waktu kurang dari sehari. Misalnya Anda menggunakan Jetstar yang berangkat dari Jakarta menuju Tokyo, maka penerbagan Anda hanya akan memakan waktu setengah hari saja. Jadi, Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Jepang untuk bersenang-senang.

Berkeliling di Jepang sulit

Apabila Anda tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali mungkin menganggap bahwa berkeliling di Jepang akan sangat sulit. Padahal itu hanya mitos belaka. Kini Anda dapat menggunakan kereta, bus, dan uber yang semuanya telah dilengkapi dengan petunjuk berbahasa Inggris.

Hampir seluruh papan informasi yang ada pun dilengkapi terjemahan berbahasa Inggris. Lagi pula, terdapat berbagai aplikasi penerjemah yang cukup canggih yang bisa Anda gunakan untuk memahami setiap tulisan dan percakapan dalam Bahasa Jepang sekalipun.